Daker Madinah Siagakan Ambulan Keliling
Penulis :
05 Oktober 2012
05 Oktober 2012
Madiinah (MCH)—Terkait layanan kesehatan, Daerah Kerja (Daker) Madinah
mengoptimalkan penggunaan ambulan. Mobil medis itu disiagakan di setiap
sektor. Karena aturan Tata Kota Madinah tak membolehkan parkir di
kawasan Markaziyah, ambulan-ambulan itu stand by dengan cara berkeliling
(“tawaf”) di seputar pemondokan jamaah Indonesia dekat dari Masjid
Nabawi.
“Jadi, kalau ada pasien, ambulan-ambulan itu langsung bergerak ke lokasi yang membutuhkan,” ujar Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah dr Septa Ekanita Hakim, di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini. Di lapangan, memang terlihat mobil-mobil ambulan berpatroli siap “jemput bola”. Di bodi mobil, tertulis nama sektor yang dilayani, Sektor I-IV.
“Kecuali di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) karena masalah aturan, sector khusus seperti Terminal Hijrah dan Bir Ali juga disiagakan masing-masing satu ambulan,” katanya.
Septa menyebutkan, BPHI Madinah menempati gedung dengan ruangan berlantai empat. Di depan BPHI, 3-4 ambulance bersiaga, lokasinya takjauh dari kantor Daker Madinah. Menurut dia, di tempat ini, terdapat fasilitas IGD, rawat inap, apotik, rontgen dan dokter spesialis dan perawat. "Jumlah secara menyeluruh adalah 62 orang, dokter 15 terdiri dari spesialis paru, penyakit dalam, jantung, jiwa, saraf dan 30 perawat serta tenaga lainnya," ucapnya
“Dengan fasilitas yang sederhana, bias memenuhi pengobatan jamaah. Di mana perawatan yang diberikan adalah disesuaikan dengan peralatan serta perlengkapan obat yang tersedia. Sebab jika jamaah memiliki sakit yang parah, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” katanya. (MCH/Yudhiarma)
“Jadi, kalau ada pasien, ambulan-ambulan itu langsung bergerak ke lokasi yang membutuhkan,” ujar Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah dr Septa Ekanita Hakim, di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini. Di lapangan, memang terlihat mobil-mobil ambulan berpatroli siap “jemput bola”. Di bodi mobil, tertulis nama sektor yang dilayani, Sektor I-IV.
“Kecuali di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) karena masalah aturan, sector khusus seperti Terminal Hijrah dan Bir Ali juga disiagakan masing-masing satu ambulan,” katanya.
Septa menyebutkan, BPHI Madinah menempati gedung dengan ruangan berlantai empat. Di depan BPHI, 3-4 ambulance bersiaga, lokasinya takjauh dari kantor Daker Madinah. Menurut dia, di tempat ini, terdapat fasilitas IGD, rawat inap, apotik, rontgen dan dokter spesialis dan perawat. "Jumlah secara menyeluruh adalah 62 orang, dokter 15 terdiri dari spesialis paru, penyakit dalam, jantung, jiwa, saraf dan 30 perawat serta tenaga lainnya," ucapnya
“Dengan fasilitas yang sederhana, bias memenuhi pengobatan jamaah. Di mana perawatan yang diberikan adalah disesuaikan dengan peralatan serta perlengkapan obat yang tersedia. Sebab jika jamaah memiliki sakit yang parah, akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” katanya. (MCH/Yudhiarma)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar