03 April 2013
Jakarta(Sinhat)-- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, meski BPIH 2013 turun rata-rata 90 dolar AS, pihaknya berjanji, pelayanan bagi calon jamaah haji harus lebih baik, ketika di tanah air maupun di Saudi Arabia.
"Kita senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan bagi Jamaah dari tahun ke tahun makin baik," kata Anggito di kantor Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) seusai menerima penyematan pin Duta Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4).
Penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) lebih cepat empat bulan sebelum pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, menurut dia, memberi peluang baginya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji lebih baik. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyiapan bagi calon jamaah haji.
Untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji selama di tanah air. Hal ini penting karena esensi dari haji adalah mencari kemabruran.
Tahun-tahun sebelumnya penetapan BPIH sudah mepet menjelang keberangkatan haji. Untuk BPIH 2013 sekali ini lebih cepat. Karena itu, dari sisi waktu seharusnya persiapan pemberangkatan bagi calon jamaah haji dari tanah air harus lebih baik, katanya.
Karena itu pula, lanjut dia, penyiapan pondokan, katering, transportasi dan pengurusan dokumen Jamaah haji harus dilakukan dengan cermat. Dari sisi keuangan, sudah tak ada masalah lagi karena DPR RI sudah memberi persetujuan untuk menggunakan dana optimalisasi untuk subsidi pemondokan di Mekkah, Madinah dan Arafah dan Mina.
Subsidi Rp16,2 juta per orang
Dana subsidi itu diambil dari nilai manfaat setoran awal dana haji. Bukan dari APBN, tapi dari dana Jamaah haji juga ketika mereka menyetor dana. Subsidi per orang yang diambil dari dana optimalisasi sebesar Rp16,2 juta.
Kendati pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi pihaknya berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.
Ia menambahkan, pihaknya pun telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar tetap memberi tambahan kuota sebanyak 35 ribu orang. Kuota haji Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 211 ribu orang.
Diharapkan permintaan tambahan kuota tersebut dapat dipenuhi. Hal lain yang dimohonkan pemerintah Indonesia adalah agar sebanyak 160 unit mobil di kantor teknis haji dapat digunakan. "Kita sudah minta kelonggaran kepada pemerintah setempat," kata Anggito. (ant/ess)
Selamat Datang di CITUS WISATA RELIGI : Penyelanggara Perjalanan UMRAH & HAJI PLUS, Segera Wujudkan Niat Anda Ketanah Suci Jangan di tunda tunda lagi,Karena Haji & Umrah merupakan salah satu puncak perjalanan Ruhani Anda , Labbaik Allahhumma Labbaik, Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah.Ya ALLAH Antarkan Aku ke Baitullah HADIST RASULULLAH SAW : QALBU MU’MININ BAITULLAH ( KALBUNYA ORANG YANG BER-IMAN ADALAH KA’BAH )
Rindu Rasul Bimbo
Senin, 08 April 2013
Dirjen PHU: Pelayanan Haji Harus Lebih Baik
Penulis :
03 April 2013
Jakarta(Sinhat)-- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, meski BPIH 2013 turun rata-rata 90 dolar AS, pihaknya berjanji, pelayanan bagi calon jamaah haji harus lebih baik, ketika di tanah air maupun di Saudi Arabia.
"Kita senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan bagi Jamaah dari tahun ke tahun makin baik," kata Anggito di kantor Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) seusai menerima penyematan pin Duta Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4).
Penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) lebih cepat empat bulan sebelum pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, menurut dia, memberi peluang baginya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji lebih baik. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyiapan bagi calon jamaah haji.
Untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji selama di tanah air. Hal ini penting karena esensi dari haji adalah mencari kemabruran.
Tahun-tahun sebelumnya penetapan BPIH sudah mepet menjelang keberangkatan haji. Untuk BPIH 2013 sekali ini lebih cepat. Karena itu, dari sisi waktu seharusnya persiapan pemberangkatan bagi calon jamaah haji dari tanah air harus lebih baik, katanya.
Karena itu pula, lanjut dia, penyiapan pondokan, katering, transportasi dan pengurusan dokumen Jamaah haji harus dilakukan dengan cermat. Dari sisi keuangan, sudah tak ada masalah lagi karena DPR RI sudah memberi persetujuan untuk menggunakan dana optimalisasi untuk subsidi pemondokan di Mekkah, Madinah dan Arafah dan Mina.
Subsidi Rp16,2 juta per orang
Dana subsidi itu diambil dari nilai manfaat setoran awal dana haji. Bukan dari APBN, tapi dari dana Jamaah haji juga ketika mereka menyetor dana. Subsidi per orang yang diambil dari dana optimalisasi sebesar Rp16,2 juta.
Kendati pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi pihaknya berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.
Ia menambahkan, pihaknya pun telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar tetap memberi tambahan kuota sebanyak 35 ribu orang. Kuota haji Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 211 ribu orang.
Diharapkan permintaan tambahan kuota tersebut dapat dipenuhi. Hal lain yang dimohonkan pemerintah Indonesia adalah agar sebanyak 160 unit mobil di kantor teknis haji dapat digunakan. "Kita sudah minta kelonggaran kepada pemerintah setempat," kata Anggito. (ant/ess)
03 April 2013
Jakarta(Sinhat)-- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, meski BPIH 2013 turun rata-rata 90 dolar AS, pihaknya berjanji, pelayanan bagi calon jamaah haji harus lebih baik, ketika di tanah air maupun di Saudi Arabia.
"Kita senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan bagi Jamaah dari tahun ke tahun makin baik," kata Anggito di kantor Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) seusai menerima penyematan pin Duta Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4).
Penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) lebih cepat empat bulan sebelum pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, menurut dia, memberi peluang baginya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji lebih baik. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyiapan bagi calon jamaah haji.
Untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji selama di tanah air. Hal ini penting karena esensi dari haji adalah mencari kemabruran.
Tahun-tahun sebelumnya penetapan BPIH sudah mepet menjelang keberangkatan haji. Untuk BPIH 2013 sekali ini lebih cepat. Karena itu, dari sisi waktu seharusnya persiapan pemberangkatan bagi calon jamaah haji dari tanah air harus lebih baik, katanya.
Karena itu pula, lanjut dia, penyiapan pondokan, katering, transportasi dan pengurusan dokumen Jamaah haji harus dilakukan dengan cermat. Dari sisi keuangan, sudah tak ada masalah lagi karena DPR RI sudah memberi persetujuan untuk menggunakan dana optimalisasi untuk subsidi pemondokan di Mekkah, Madinah dan Arafah dan Mina.
Subsidi Rp16,2 juta per orang
Dana subsidi itu diambil dari nilai manfaat setoran awal dana haji. Bukan dari APBN, tapi dari dana Jamaah haji juga ketika mereka menyetor dana. Subsidi per orang yang diambil dari dana optimalisasi sebesar Rp16,2 juta.
Kendati pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi pihaknya berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.
Ia menambahkan, pihaknya pun telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar tetap memberi tambahan kuota sebanyak 35 ribu orang. Kuota haji Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 211 ribu orang.
Diharapkan permintaan tambahan kuota tersebut dapat dipenuhi. Hal lain yang dimohonkan pemerintah Indonesia adalah agar sebanyak 160 unit mobil di kantor teknis haji dapat digunakan. "Kita sudah minta kelonggaran kepada pemerintah setempat," kata Anggito. (ant/ess)
Senin, 18 Maret 2013
412 Calhaj Jakarta Pusat Mendapat Pelayanan Haji Biometrik Penulis : 18 Maret 2013
Jakarta (Sinhat)--respon positif dari jamaah. Sisca Maharani, salah
satu calon jamaah haji, asal Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku
terkejut dengan fasilitas baru yang disediakan pemerintah. “Kenapa nggak
sepuluh tahun yang lalu, ya. Kenapa baru sekarang?. Tapi, tak apa-apa.
Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali,” tegasnya saat ditemui
di lantai dua ruang pendaftaran haji di gedung Kantor Kementerian Agama
Jakarta Pusat, Senin pagi (18/03).
Lanjut Sisca, langkah Kementerian Agama menerapkan teknologi ini sudah
tepat. Sebab, sistem ini dapat menunjang visi pemerintah untuk
memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah. Kepala Kantor
Kementerian Agama Jakarta Pusat, H. Mahrus Umar menegaskan untuk
mempercepat peningkatan pelayanan jamaah, pemerintah tahun ini, akan
menggunakan teknologi canggih berbasis informasi.
Sementara, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, Kantor
Kementerian Agama Jakarta Pusat, H. Suyadi, menambahkan posisi teknologi
biometrik dalam sistem pendaftaran haji sangat vital. “Sistem baru ini
dapat memperkuat hasil data. Lebih akurat. Alias tepat,” bebernya.
online ke tiga instansi : Imigirasi, Sudin Kependudukan dan Catatan
Sipil, serta Daker Mekkah dan Madinah
Penggunaan biometrik, kuantitas input data calon jamaah lebih banyak.
Misalnya, ada penginputan masa berlaku KTP, tanggal lahir ayah dan ibu
kandung, scan data seluruh lembar persyaratan yakni KTP, KK, surat
nikah, buku tabungan dan akte kelahiran,” ujarnya. Lanjut Suyadi, sejak
diterapkan 15 Januari lalu, sudah 416 jamaah didata dengan Biometrik.
(Rio)
Dibaca : 453 kali | Sumber : | File
Menag: Pengelolaan Dana Haji Membaik Penulis : 14 Maret 2013
Jakarta (Sinhat)--Pengelolaan dana haji dari waktu ke waktu semakin
baik. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kekuatan dana haji
dalam memberikan subsidi dalam jumlah yang lebih besar nominalnya dan
dalam jumlah orang yang lebih banyak.
Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dalam acara penyampaian Laporan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012 M, di Aula HM.Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/03).
Hadir dalam acara ini, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin,Ketua MUI, KH. Umar Shihab, Ketua Komite Pengawas Ibadah Haji (KPIH), Slamet Effendi Yusuf, Dirut PT Garuda Indonesia, serta Pejabat Eselon Idan II Kementerian Agama.
Menurut Menag, perkembangan nilai manfaat yang dikembalikan kepada jamaah haji terus mengalami peningkatan. Pada 2010, setiap jamaah memperoleh pengembalian nilai manfaat sebesar Rp.3.802.000. Ditambah dengan living cost sebesar Rp3.750.000, maka jumlah dana yang dikembalikan kepada setiap jamaah mencapai Rp7.552.000.
Living cost yang diberikan pada 2011 dan 2012 jumlahnya sama, yaitu Rp3.750.000. Namun, nilai manfaat yang dikembalikan terus meningkat, yaitu: Rp7.161.000 (2011) dan Rp9.098.000 (2012). Kalau ditambahkan dengan dana living cost, maka jumlahnya menjadi Rp10.911.000 (2011) dan
Rp12.800.000 (2012) atau 35% dari toral BPIH.
Untuk 2013, lanjut Menag, nilai manfaat yang akan dikembalikan kepada jamaah diperkirakan mencapai Rp12.342.000. Adapun dana living cost-nya tetap, Rp3.750.000. Jika dijumlahkan maka dana tersebut mencapai Rp16.100.000.
“Jumlah Rp16.100.000 ini setara dengan 40% dana BPIH,” terang Menag.
Terkait dengan meningkatnya jumlah orang yang memperoleh, Menag menjelaskan bahwa pada 2009, jamaah yang berada di ring I hanya 27% atau sekitar 26.000 jamaah. Menurut Menag, biaya sewa pemondokan di ring I itu biasanya melampauai biaya sewa yang wajib dibayar jamaah.
“Jadi selalu ada selisih dan selisihnya itu dibayar dari dan manfaat,” tegas Menag.
Tahun 2010, pembayaaran selisih biaya sewa pemondokan ini meningkat, mampu mengcover 63% jamaah atau 125.000 orang. Tahun 2011, 194.000 jamaah (100%), selisih biaya sewa pemondokannya disubsidi dari dana manfaat.
“Tahun 2012 juga sama, 100% selisih biaya sewa pemondokannya bisa disubsidi dari dana manfaat,” tambah Menag.
Yang lebih fantastik lagi, lanjut Menag, adalah komponen-komponen yang semestinya jamaah bayar, sudah tidak dibayarkan lagi. Menag mencontohkan, biaya pembuatan paspor sebesar Rp255.000, sudah tidak bayar jamaah. Asuransi (Rp100.000) dan general service fee (277USD) juga sudah tidak dibayar atau dibebankan dari dana optimalisasi.
“Hal ini yang sering saya ungkapkan tetapi tidak pernah menjadi referensi bagi mereka yang berkepentingan dalam memberikan penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” tutup Menag.
Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, menyampaikan hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1433H kepada Menteri Agama. Dalam paparannya, Suryamin menjelaskan bahwa secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.
Terkait hal ini, dalam laporannya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Anggito Abimanyu mengatakan bahwa walaupun hasilnya tergolong memuaskan dan di atas standard, namun hal itu tidak akan membuat kami euforia.
“Kami akan menjadikan hasil survei ini sebagai masukan yang positif dan objektif untuk terus berupaya melakukan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah haji,” tegas Anggito. (mkd)
Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dalam acara penyampaian Laporan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012 M, di Aula HM.Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/03).
Hadir dalam acara ini, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin,Ketua MUI, KH. Umar Shihab, Ketua Komite Pengawas Ibadah Haji (KPIH), Slamet Effendi Yusuf, Dirut PT Garuda Indonesia, serta Pejabat Eselon Idan II Kementerian Agama.
Menurut Menag, perkembangan nilai manfaat yang dikembalikan kepada jamaah haji terus mengalami peningkatan. Pada 2010, setiap jamaah memperoleh pengembalian nilai manfaat sebesar Rp.3.802.000. Ditambah dengan living cost sebesar Rp3.750.000, maka jumlah dana yang dikembalikan kepada setiap jamaah mencapai Rp7.552.000.
Living cost yang diberikan pada 2011 dan 2012 jumlahnya sama, yaitu Rp3.750.000. Namun, nilai manfaat yang dikembalikan terus meningkat, yaitu: Rp7.161.000 (2011) dan Rp9.098.000 (2012). Kalau ditambahkan dengan dana living cost, maka jumlahnya menjadi Rp10.911.000 (2011) dan
Rp12.800.000 (2012) atau 35% dari toral BPIH.
Untuk 2013, lanjut Menag, nilai manfaat yang akan dikembalikan kepada jamaah diperkirakan mencapai Rp12.342.000. Adapun dana living cost-nya tetap, Rp3.750.000. Jika dijumlahkan maka dana tersebut mencapai Rp16.100.000.
“Jumlah Rp16.100.000 ini setara dengan 40% dana BPIH,” terang Menag.
Terkait dengan meningkatnya jumlah orang yang memperoleh, Menag menjelaskan bahwa pada 2009, jamaah yang berada di ring I hanya 27% atau sekitar 26.000 jamaah. Menurut Menag, biaya sewa pemondokan di ring I itu biasanya melampauai biaya sewa yang wajib dibayar jamaah.
“Jadi selalu ada selisih dan selisihnya itu dibayar dari dan manfaat,” tegas Menag.
Tahun 2010, pembayaaran selisih biaya sewa pemondokan ini meningkat, mampu mengcover 63% jamaah atau 125.000 orang. Tahun 2011, 194.000 jamaah (100%), selisih biaya sewa pemondokannya disubsidi dari dana manfaat.
“Tahun 2012 juga sama, 100% selisih biaya sewa pemondokannya bisa disubsidi dari dana manfaat,” tambah Menag.
Yang lebih fantastik lagi, lanjut Menag, adalah komponen-komponen yang semestinya jamaah bayar, sudah tidak dibayarkan lagi. Menag mencontohkan, biaya pembuatan paspor sebesar Rp255.000, sudah tidak bayar jamaah. Asuransi (Rp100.000) dan general service fee (277USD) juga sudah tidak dibayar atau dibebankan dari dana optimalisasi.
“Hal ini yang sering saya ungkapkan tetapi tidak pernah menjadi referensi bagi mereka yang berkepentingan dalam memberikan penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” tutup Menag.
Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, menyampaikan hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1433H kepada Menteri Agama. Dalam paparannya, Suryamin menjelaskan bahwa secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.
Terkait hal ini, dalam laporannya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Anggito Abimanyu mengatakan bahwa walaupun hasilnya tergolong memuaskan dan di atas standard, namun hal itu tidak akan membuat kami euforia.
“Kami akan menjadikan hasil survei ini sebagai masukan yang positif dan objektif untuk terus berupaya melakukan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah haji,” tegas Anggito. (mkd)
Kamis, 06 Desember 2012
2013, Jakarta Kembali Manjakan Jamaah Penulis : 06 Desember 2012
Jakarta - Sinhat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta,
H. Muhaimin Lutfie minta di masa mendatang petugas haji DKI Jakarta
memberikan kesempatan kepada jamaah haji propinsi lain untuk menggunakan
bantuan transportasi haji DKI Jakarta. “Sejauh tidak mengganggu jamaah
haji DKI Jakarta, bila masih ada ruang kosong tolong bantu mereka.
Karena mereka saudara sebangsa,” ucap Muhaimin di ruang kerjanya, Rabu
siang (05/12).
Muhaimin kembali mengatakan kebijakan bantuan transportasi dan catering
gratis dari pemerintah daerah DKI Jakarta merupakan salah satu bentuk
perhatian pemerintah kepada warganya yang sedang melaksanakan ibadah
haji di Tanah Suci. “Ini langkah bagus. Dan, harus didukung penuh,"
pungkasnya. Pengadaan bus, ucap Muhaimin, berdampak positif bagi jamaah
haji DKI Jakarta yang pemondokannya berada di ring dua. Pasalnya, kalau
jalan kaki, jarak dari ring dua ke Masjidil Haram, kan, lumayan jauh,”
katanya.
Demikian juga dengan pengadaan katering gratis, katanya, dilakukan
untuk mendukung peningkatan pelayanan kepada jamaah haji Jakarta.
“Bantuan ini diberikan selama jamaah berada di Makkah. Pemerintah Pusat
dalam hal ini Kementerian Agama hanya menyediakan katering di Armina
(Arafah-Mina) dan Madinah, sedangkan di Makkah tidak. Jakarta memilih
untuk menyediakan katering karena dinilai lebih efektif," ujarnya.
Sementara, Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda)
DKI Jakarta, H. Mara Oloan Siregar menjelaskan berdasarkan hasil survei
yang dilakukan tim gabungan dari Pemda dan DPRD DKI Jakarta justru kalau
jamaah diberikan uang, tidak efektif. "Mereka pada dasarnya sudah
memiliki uang yang diberikan di Asrama Haji berupa living cost atau
bekal biaya hidup di Arab Saudi. Dengan uang itu sebenarnya jamaah sudah
dapat mengatur makan dan minum selama berada di Arab Saudi. Dan karena
manfaatnya banyak, besar kemungkinan pengadaan bantuan katering dan
transportasi tahun depan tetap jalan,” tukas Mara usai menyambut
kedatangan kloter akhir jamaah haji Jakarta di asrama haji Pondok Gede,
Jakarta Timur, Jum'at pagi (28/11) lalu.
Selasa, 04 Desember 2012
Kemenag Janjikan Bus yang Lebih Baik untuk Musim Haji 2013 Penulis : 30 November 2012
Jeddah (Sinhat)--Kementerian Agama sudah hampir pada kesimpulan untuk
menyewa bus kualifikasi tertentu dari perusahaan tertentu pula, guna
meningkatkan kualitas pelayanan transportasi jamaah haji 2013.
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Anggito Abimanyu di
Jeddah, Rabu, mengatakan dirinya sudah berbicarakan dengan sejumlah
perusahaan bus di Saudi untuk memberikan layanan yang lebih baik pada
jamaah. Konsekwensinya, akan terjafi penambahan biaya bus, tetapi
angkanya tidak sebesar perkiraan semula (100 riyal).
Penambahan biaya tersebut akan dibicarakan dengan DPR pada pembahasan
perencanaan dan pembiayaan haji 2013. Terdapat sejumlah negara,
diantaranya Iran, Turki dan Malaysia yang menyewa bus pada perusahaan
tertentu, diantaranya pada perusahaan bus milik pemerintah Saudi,
Saptco.
Selama ini, jamaah haji Indonesia menggunakan jasa bus yang dikoordinir
Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi). Kompensasinya, kualitas bus
yang digunakan jamaah berbeda-beda karena anggota konsorsium perusahaan
bus mengoperasikan kualitas bus yang tidak sama.
Sejumlah perusahaan bus mengoperasikan bus kualitas pariwisata dengan
penyimpanan koper di bawah badan bus, tetapi tidak sedikit perusahaan
bus yang mengoperasikan bus model lama dengan penyimpanan koper di atas
atap.
Dampaknya, jamaah haji Indonesia hanya bisa pasrah jika mendapat bus
lama dan pada lain waktu mendapat bus baru. Pada sebuah kejadian, koper
jamaah dari Madinah ke Makkah tertinggal atau tidak terbawa bersama bus
karena tempat penyimpanan kopernya kecil dan terbatas.
Pada kejadian lain, sebuah bus terbakar berikut koper jamaah di
atasnya. Keluhan lain pada pelayanan bus adalah perilaku pengemudi yang
membawa mobil ugal-ugalan, zig-zag atau berhenti dan turun dari bus
tanpa alasan jelas.
Sebagian pengemudi meminta uang tips (fee atau sedekah) kepada jamaah,
jika tidak diberi atau jumlah yang diterima tidak sesuai harapan maka
laju bus dibuat zig-zag, rem mendadak atau saling mendahului.
Pada kasus tabrakan yang mengakibatkan 17 jamaah mendapat perawatan dan
belasan lainnya luka ringan, bermula dari sopir yang meminta uang tips
pada jamaah, lalu agaknya kurang puas dengan jumlah yang diterima, dua
bus saling mendahului dan akhirnya tidak bisa mengelak dari truk di
depan maka terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan empat dari delapan
bus pengangkut jamaah.(MCH/ant)
22 Orang Jemaah Haji Masih Dirawat di Saudi Penulis : 30 November 2012
Jeddah (Sinhat)-- Saat ini masih terdapat 22 orang jemaah yang masih
dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke daerah
asal di Indonesia.
Kasie Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Kamis
(29/11), menyatakan di Jeddah terdapat satu orang jemaah haji yang
dirawat di RS King Fahd, yakni Sulani Ahmad Kasbi (58) anggota kelompok
terbang MES-18 embarkasi Medan dirawat karena menderita kencing manis.
Jemaah haji yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Madinah
adalah, 1. Jamaah Yatty Umanah Sunardjo binti Surya pemilik paspor A
0340070 (PIHK). 2. Siti Fatimah binti Abdullah Sumhudi A 3053930. 3.
Hapiyeh binti Pusidin U852186. 4. Karnoto bin Kasmuri A3063036. 5. HJ
Sukijan bin Darmo A3026338. 6. Umar Hasnan bin H Anang Imtan A2840415.
7. Morahman bin Sahrun A3007223. 8. Aminah binti Sahuri A2167333.
Jemaah haji yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Mekkah, 1.
Abdullah Toyib Coreng A3256357. 2. Suroto Cokro Darmojo A2893083. 3.
Choirudin Wahab Idris A2583652. 4. Mari Sakira Darman A3170112. 5.
Makiah Asnawi Hadad A3324755. 6. Ahmad Syarwani V668032. 7. Misiri bin
Masrikun A3003667. 8. Nikmatun Sholihun Sarbini A3681174. 9. Moeflichah A
Rifa`i A3060986. 10. Hamamah Badai Musa A2733321. 11. M Idris Reniat
A3224613. 12. Abdul Djari A3234069. 13. Tasminatun binti Madkusen
A2689331.
Tak Perlu Khawatir
Perwakilan RI di Arab Saudi dalam hal ini Kantor Tehnis Urusan Haji
(TUH) akan bertanggung jawab dan mendampingi jamaah yang dirawat di
rumah sakit di Saudi meski musim haji sudah usai.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Saudi Syaerozi
Dimyati di Jeddah sebelumnya mengatakan keluarga yang orang tua atau
famili jamaah tersebut tidak perlu khawatir.
Syaerozi mengatakan tahun lalu terdapat 35 anggota jamaah yang dirawat
di rumah sakit Saudi hingga bulan Ramadhan meski Balai Pengobatan Haji
Indonesia (BPHI) sudah tutup dan petugas haji sudah pulang semua. "Biaya
rumah sakit menjadi tanggungan Pemerintah Kerajaan Saudi. Gratis hingga
jamaah kita sembuh dan mendapat ijin pulang," kata Syaerozi yang juga
Ketua Tehnis Urusan Haji di Saudi.
Petugas Indonesia akan menjenguk dan memantau jamaah yang dirawat
hingga sembuh. Jika, sudah sembuh maka jamaah akan dipulangkan dengan
didampingi oleh seorang petugas Indonesia."Jika pulang dengan berbaring
maka akan didampingi dua orang petugas Indonesia," kata Syaerozi.
Biasanya Garuda menyediakan empat kursi untuk jamaah yang berbaring,
sedangkan Saudia enam kursi. Biaya tiket jamaah yang sakit setelah musim
haji menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan (Garuda dan Saudia).
(MCH/ant)
Perencanaan Haji 2013 Tuntas Desember 2012 Penulis : 30 November 2012
Jeddah (Sinhat) -- Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan menuntaskan
perencanaan haji 2013 pada Desember 2012 agar pembahasannya bisa
dilakukan dengan DPR pada Januari tahun depan.
Dirjen Penyelengaraan Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, di
Jeddah, kemarin, mengatakan perencanaan haji 2013 mengacu pada hasil
pelaksanaan haji 2012.
Ia mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan haji 2012 berlangsung
dengan baik. Meski demikian, kata dia, terdapat sejumlah item yang perlu
dikaji ulang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun depan.
Secara garis besar dia menyatakan terdapat tiga item utama, yakni
tentang peningkatan pelayanan penerbangan, pemondokan, dan sejumlah akar
masalah yang memerlukan perhatian. Akar masalah yang memerlukan
perhatian di antaranya rasionalisasi jumlah dan masa kerja petugas, masa
tinggal jamaah, hotel transit di Jeddah, pembinaan ibadah bagi Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, penetapan
kuota lansia dan pengawasan lembaga.
Anggito juga menyatakan akan mengkaji ulang metode dan materi pelatihan
agar terbina kekompakan dan rasa kebersamaan sesama petugas, baik
petugas dari dan binaan Kemenag maupun petugas dari dan binaan
Kementerian Kesehatan.
Salah satu terobosan penyampaian informasi agar muncul persamaan
persepsi adalah pembuatan video dengan menyampaikan kondisi-kondisi yang
perlu diperhatikan jamah di Saudi, baik di bidang bimbingan ibadah,
maupun penjagaan kesehatan. Isi video itu akan dikonsultasikan terlebih
dahulu kepada alim ulama dan organisasi massa Islam agar tidak keliru
dan tidak melanggar ketentuan agama.(MCH/ant)
Langganan:
Postingan (Atom)