Rindu Rasul Bimbo

Kamis, 18 Oktober 2012

Alat Pemasak Air Terbakar, Ratusan Jamaah Panik Penulis : 19 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)-- Ratusan jamaah calon haji Indonesia yang menginap di pemondokan 909 Sektor IX wilayah Misfalah panik dan berhamburan menyelamatkan diri, Rabu (17/10) pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

Mereka berlarian keluar pemondokan setelah mendengar alarm tanda kebakaran menyala. Pemondokan 909 nyaris kebakaran setelah seorang jamaah di  lantai 10 kelupaan mencabut alat pemasak air yang digunakannya.

‘’Tak ada kebakaran, hanya ada jamaah yang lupa mematikan alat pemasak air,’’ ujar Ketua Sektor IX, Isbir Fadli Soeaidy, kepada wartawan di lokasi kejadian.  Alat pemasak air listrik itu mengeluarkan asap dan bau hangus akibat terbakar, sehingga alarm pemadam kebakaran berbunyi.

M Yusuf, seorang jamaah yang menginap di lantai 3 pemondokan 909, menuturkan, suasana sempat mencekam ketika mendengar sejumlah jamaah  berteriak-teriak ada kebekaran. ‘’Saya langsung menyelamatkan diri sambil membawa tiga koper dan tas gendong,’’ ujarnya.

Jamaah asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu mengatakan, banyak jamaah yang menyelamatkan diri sambil membawa koper. ‘’Bahkan, ada jamaah yang tak bisa jalan, mendadak bisa berjalan saat mendengar ada gedung kebakaran,’’ kata dia.

Namun, kata M Yusuf, jamaah tersebut kembali tak bisa berjalan setelah mengetahui peristiwa kebakaran itu tak terjadi. Saat Republika ke pemondokan 909, sejumlah jamaah masih memilih duduk di luar karena masih kaget.

Ketua Sektor IX, Isbir Fadli Soeaidy menambahkan, peristiwa serupa juga terjadi sehari sebelumnya terjadi di pemondokan 903. Di pemondokan itu, sejumlah jamaah juga lari berhamburan keluar pemondokan setelah mendengar bunyi alarm kebakaran berbunyi.

‘’Ternyata bukan karena kebakaran, tetapi ada jamaah yang merokok di dalam kamar,’’ tutur Isbir.  Agar peristiwa itu tak terulang lagi, pihaknya kembali mengingatkan jamaah calon haji agar tak memasak di dalam kamar tidur dan tak merokok dalam kamar.
Sebenarnya, kata dia, jamaah sudah diingatkan. Bahkan, kata dia, di berbagai tempat telah dipasang larangan untuk memasak di dalam kamar tidur dan merokok.(MCH/heri ruslan)

Dibaca : 190 kali | Sumber : | File :

Rabu, 17 Oktober 2012

Buntut Bus Calhaj Terbakar, Kemenag Siap Sewa Saftco Penulis : 18 Oktober 2012

Jeddah (Sinhat)--Peristiwa terbakarnya bus yang mengangkut jamaah calon haji (calhaj) dari Madinah ke Makkah berbuntut panjang. Kementerian Agama (Kemenag) siap mengalihkan penyewaan bus dari Nakobah (penyedia layanan bus) kepada pihak swasta seperti Saftco.

Hal itu disampaikan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu sesaat seelah tiba di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (17/10/2012) dinihari. Dirinya sangat serius dengan kejadian tersebut dan akan ditanganinya langsung.

“saya akan melakukan sesuatu agar persoalan seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Padahal dalam klausul kontrak, pemerintah Saudi menyatakan semuanya busnya dalam kondisi layak. Tapi yang layak itu relatif. Buktinya, tempat koper atau bagasi bus tidak muat,” kata Anggito.

Anggito mengaku telah mengirim surat teguran keras kepada Nakobah serta mengingatkan perjanjian atau kerja sama yang pernah disepakati bersama. Pihaknya juga telah meminta Nakobah memberikan ganti rugi terhadap semua kerugian yang dialami jamaah.

Seandainya Nakobah tidak memenuhi janjinya, maka bukan tidak mungkin layanan bus haji berikutnya akan dipercayakan kepada Saptco. Hanya saja, harga yang diajukan Saftco relatif tinggi dan harus dibicarakan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Yang jelas, kami sudah memiliki beberarapa alternatif untuk mengalihkan kontrak layanan bus. Saya juga akan melakukan pembicaraan dengan pihak Nakobah. Persoalan transportasi selama ini selalu menjadi masalah bagi jamaah Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Anggito, diperlukan terobosan atau kebijakan yang benar-benar bisa menjamin kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadahnya. Pasalnya, peritiwa terbakarnya bus jamaah sudah sangat serius dan perlu diambil langkah yang konkret.(MCH/Fetra)

Anggito: Saya Akan Lakukan Terobosan Baru Ibadah Haji Penulis : 18 Oktober 2012

Jeddah (Sinhat)--Masih banyaknya persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Hal ini juga menjadi konsentrasi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu.

Anggito menjelaskan, sudah menerima berbagai masukan, kritikan maupun saran. Dari poin-poin tersebut telah tersusu dalam rencana untuk melakukan terobosan baru. Namun saya belum bisa memaparkan kepada publik terobosan yang akan diberlakukan.

“Intinya semua untuk kepentingan layanan ibadah haji. Beberapa teman di Jakarta dan Yogyakarta telah memberi banyak masukan. Ide-ide mereka sangat cemerlang,” kata Anggito di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Rabu (17/10/2012) dinihari.

Dia mengaku tidak akan berlama-lama di Arab Saudi, karena hanya akan melakukan ibadah haji. Kemudian, Anggoto akan kembali ke Arab Saudi saat arus pemulangan sudah berjalan.

“Nanti saya akan bertemu pemilik rumah, pemilik hotel dan broker. Saya akan dengar masukan dan keteragan dari mereka. Saya ingin memperoleh masukan yang lebih impresif. Sehingga terobosan yang akan dilakukan bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini melanjutkan dirinya juga akan berkunjung ke Madinah. Tujuannya utama ke Madinah adalah untuk membicarakan mengenai kualitas makanan atau katering yang dibagikan kepada jamaah haji Indonesia.

“Saya ingin memastikan agar jamaah mendapatkan service yang lebih baik. Pokoknya, saya sudah memiliki banyak masukan khusnya pemondokan dan transportasi. Sekarang ini, saya ingin dengarkan evaluasi secara mendalam,” ungkapnya.(MCH/Fetra)

Senin, 15 Oktober 2012

Idul Adha Jatuh Jumat, 26 Oktober 2012 Penulis : 16 Oktober 2012

Jakarta(Sinhat)--Pemerintah menetapkan Idul Adha jatuh pada Jumat 26 Oktober 2012 setelah mendapat persetujuan peserta sidang isbat Penentuan awal Dzukhijjah 1433 H.

Sidang itu sendiri dipimpin Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin petang (15/10).

Setelah sidang dibuka, Wamenag Nasaruddin Umar minta Direktur Urudan Agama Islam dan Syarih Muhtar Ali untuk melaporkan hasil pemantauan hilal. Ternyata bahwa dari berbagai daerah tak terlihat bulan. Bulan masih di bawah ufuk dan tak bisa dilihat.

Setelah itu Wamenag Nasaruddin Umar menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1433 H jatuh pada hari Rabu 17 Oktober 2012 dan 10 Dzulhijjah atau Idul Adha jatuh pada Jumat 26 Oktober 2012.

Pada sidang yang berlangsung kurang dari 10 menit itu, wamenag minta persetujuan dari kalangan wakil Ormas yang hadir. Apakah dapat disetujui, tanya Nadaruddin. Para peserta langsung menyatakan setuju.(ant/ess)
 

Menag Minta Usut Pengguna Paspor Palsu Untuk Haji Penulis : 16 Oktober 2012

Jakarta(Sinhat)-- Menteri Agama Suryadharma Ali minta pengguna paspor palsu untuk menunaikan ibadah haji agar diusut, karena selain telah menyesatkan jemaah juga pelakunya jelas-jelas melanggar hukum.
 
Sering kali pihaknya mengimbau agar jemaah yang menggunakan penyelenggara haji khusus untuk berhati-hati dan ternyata kasus penipuan terulang lagi, kata Suryadharma Ali seusai mengunjungi Pondok Pesantren United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UICCI) di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (15/10).
 
Sebanyak 31 jamaah calon haji asal Mojokerto, Jawa Timur, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 44, gagal berangkat, Selasa (9/10) lantaran terbukti menggunakan paspor palsu.
 
Sebetulnya mereka tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 44 asal Mojokerto telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Tapi ke-31 jamaah tak bisa berangkat. Sebab, mereka tidak memenuhi syarat administrasi, yaitu paspor yang mereka gunakan ternyata palsu. Selain itu, terdapat jamaah haji yang sudah terdaftar berangkat, tapi digantikan orang lain.
  
Berkat kejelian petugas, jamaah haji yang dokumennya bermasalah itu akhirnya tak bisa diberangkatkan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur dan Kepolisian Resor Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (14/10), menyatakan telah mengantongi nama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang diduga memalsukan paspor jemaah calon haji dari Mojokerto. Para calhaj yang gagal berangkat ke tanah suci Mekkah itu akan diminati keterangan secara berkala.
  
Menteri Agama menyatakan, kasus itu merupakan pelajaran bagi semua pihak. Terutama bagi yang "ngebet" ingin pergi haji tanpa mengindahkan ketentuan perundang-undangan.
  
Lihat rekam jejak penyelenggara haji bersangkutan. Sebab, dewasa ini ada penyelenggara haji khusus tak memiliki calhaj yang akhirnya dialihkan ke penyelenggara haji khusus lain. Termasuk izin dari penyelenggara haji bersangkutan, pinta Menag.
  
Pengalaman tahun lalu, banyak jemaah kelelaran di Mekkah karena masuk ke tanah suci dengan tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Karena itu, ia mengimbau, jangan tergopoh-gopoh untuk pergi haji hanya karena rayuan dari penyelenggara hajikhusus. (ant/ess)

Minggu, 14 Oktober 2012

Pengaturan Lempar Jumrah Bagi Calhaj Penulis : 15 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)--Organisasi Tawafa mengadakan pertemuan untuk membahas pembagian tugas yang akan dilakukan saat calhaj berada di Jamarat.

Tawafa akan mengelompokkan calhaj sebelum pergi ke Jamarat untuk melakukan ritual lempar Jumrah.

Direktur Data dan Administrasi Kementerian Urusan Perkotaan dan Pedesaan Saudi, Hisham Madani, mengatakan pertemuan tersebut membahas secara rinci tentang evaluasi pelaksanaan ibadah lempar Jumrah pada tahun lalu.

“Kami ingin melakukan perbaikan dari pelaksanaan lempar jumrah pada tahun lalu, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadah tersebut dengan aman,” ujarnya sebagaimana dilansir Saudi Gazzete.

Madani menambahkan, perencanaan tesebut dibuat berdasarkan data kuantitatif yang didapatkan pada tahun lalu. Dan Tawafa akan memberikan rute khusus saat calhaj berangkat menuju Jamarat, maupun ketika kembali ke tenda-tenda mereka dengan mudah dan nyaman.

“Selain itu, kami dari kementerian juga akan terus memantau pergerakan calhaj sejak berangkat menuju Jamarat, maupun kembali dari Jamarat,” ujar Madani.

Lebih lanjut, Madani menjelaskan pihaknya akan membekali Tawafa dengan film documenter tentang ibadah lempar Jumrah. Film tersebut telah diterjemahkan ke dalam sejumlah bahasa dan akan dibagikan kepada kelompok calhaj.

Dengan dibagikannya film tersebut, Madani berharap calhaj dapat mengetahui bagaimana cara melakukan perjalanan menuju Jamarat dan kembali ke tenda masing-masing. “Calhaj akan dikelompokkan menjadi sekitar 250 orang, hal ini untuk memudahkan mereka untuk dapat mencapai Jamarat dan melakukan ritual lempar Jumrah,” katanya.(Rep)

Petugas Daker Jeddah Jamin Koper Jemaah Tidak Hilang Penulis :  15 Oktober 2012

eddah (Sinhat)-- Petugas pelayanan umum Indonesia di Bandara King Abdul Azis jamin koper jamaah tidak hilang karena dijejak dalam tiga cara.

"Alhamdulillah, belum ada yang komplain hingga saat ini," kata Aldi Ahmad al Manfaluthy (26) tenaga musiman di bagian layanan koper di bandara Jeddah, Minggu.

Perjalanan koper jamaah di mulai ketika jamaah usai melewati meja imigrasi di bandara. Jamaah lalu diarahkan mengambil koper yang sudah diambil dari roda berjalan lalu disusun oleh petugas.

Penyusunan koper didalam gedung bandara itu untuk mempermudah jamaah memilih koper meskipun kenyataannya tidak mudah juga karena warna koper semua sama, yakni oranye untuk jamaah gelombang pertama dan cokelat untuk gelombang kedua.

Gelombang pertama adalah jamaah yang setelah mendarat diarahkan ke Madinah dan gelombang kedua ke Mekkah.

Sejumlah jamaah yang kreatif memberi tanda tambahan seperti nama atau pita pada kopernya. Setelah menemukan kopernya, lalu dibawa ke alat pemindai, kemudian keluar dari gedung bandara.

Di halaman bandara koper diambil oleh petugas layanan haji Indonesia untuk dinaikkan ke gerobak pengangkut koper yang dioperasikan oleh porter bandara. Di sini koper tercampur kembali.

Di halaman bandara, koper diturunkan dan disusun ulang oleh Aldi dan teman-teman sementara jamaah beristirahat di halaman bandara, ke kamar kecil, shalat dan bagi gelombang kedua bersiap diri menggunakan ihram dan shalat sunat.

Di bagian ini peran Aldi dan petugas lainnya sangat menentukan. Mahasiswa di Universitas Al Fatah, Damaskus, Suriah itu menjelaskan ketiga cara menjejak koper agar tersebut agar sampai pada pemiliknya di Madinah atau Makkah.

Pertama, disusun berdasarkan nomer rombongan. Pada koper jamaah biasanya tertempel nama dan nomer rombongan.

Jika tidak ada maka disusun berdasarkan, pita. Biasanya satu rombongan memberi tanda tambahan berupa pita. jika tidak juga maka disusun berdasarkan urutan kursi.

"Yang susah jika ketiganya tidak ada," kata mahasiswa asal Indralaya, Sumatera Selatan itu. Aldi dan teman- temannya terpaksa mencarinya di daftar penumpang dan dokumentasi lainnya lalu menjejaknya pelan-pelan.

"Dampaknya, waktu yang semula cukup 15 menit menjadi satu jam," kata calon sarjana yang akan lulus tahun ini.

Ketika ditanya, bahwa ada sejumlah jamaah kerepotan karena koper tidak diterima di pemondokannya, Aldi mengatakan kemungkinan itu terjadi karena bus tidak berhenti pada tempatnya karena setiap koper diangkut bersama pemiliknya di bus yang sama.

"Hingga kini kami belum menerima keluhan koper hilang karena koper diangkut dengan bis yang sama. Jika koper salah turun maka penumpangnya juga," kata Aldi.

Ketika ditanya, koper jamaah mana yang acap kali penuh dan berat, Aldi mengatakan umumnya koper dari Solo dan Surabaya. Dia menduga koper itu berisi beras, makanan, sambal hingga ulekan.

"Jamaah mungkin menduga di Madinah atau Makkah tidak tersedia kebutuhan pokok meski kenyataannya semua kebutuhan lengkap disini," kata alumnus Pesantren Raudatul Ulum, Indralaya, Sumsel itu.(MCH/Erafzon)

Dibaca : 281 kali | Sumber : | File :